Artikel ilmiah

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN ANIMASI 2 DIMENSI DI SMK NEGRI 1 SUKASADA

Animasi mulai dikenal secara luas sejak populernya media televisi yang mampu menyajikan gambar-gambar bergerak hasil rekaman kegiatan dari makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan. Pada awalnya diciptakan animasi berbasis dua dimensi yakni objek yang dianimasikan mempunyai ukuran panjang (x-axis) dan lebar (y-axis). Realisasi nyata dari perkembangan animasi dua dimensi yang dikenal adalah film kartun di televisi. Pembuatan animasi film kartun pada awalnya dikerjakan dengan membuat sketsa gambar yang digerakan satu per satu. Untuk membuat satu durasi animasi membutuhkan jumlah gambar yang cukup banyak akan tetapi sejak ditemukannya teknik animasi berbantuan komputer, pembuatannya menjadi lebih mudah dilakukan.

Perkembangan dunia animasi komputer sekarang sudah sangat pesat. Apalagi sejak diciptakannya animasi berbasis tiga dimensi (3D animation) yang mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi (z-axis). Maka objek dan pergerakannya hampir mendekati aslinya. Hanya saja objek tersebut dibuat di dunia maya (virtual reality). Perkembangan ini diikuti pula dengan cukup banyaknya perangkat lunak yang mendukung seperti Macromedia Flash, Macromedia Director, GIF Animation, dan Corel Rave sebagai software-software animasi dua dimensi berbantuan komputer. Dengan perkembangan ini maka pada era sekarang animasi tidak hanya sebatas pada menggerakan sebuah objek saja tetapi sudah masuk pada pemberian tekstur dan pewarnaan, pemodifikasian struktur dan karakter objek, pemberian cahaya dan kamera, serta pemberian efek-efek dan partikel pada sebuah objek yang sedemikian rupa (Mardika, 2008). Hal ini menyebabkan output yang dihasilkan bisa menjadi sebuah animasi objek yang benar-benar mendekati aslinya dalam kehidupan.

Adapun sisi positif dari fenomena ini adalah bertambah luasnya bahan pekerjaan bagi seorang animator (orang yang bekerja sebagai pembuat animasi). Tidak hanya sebagai animator film saja, seorang animator juga dapat berperan dalam pembuatan sebuah iklan multimedia, pembuatan presentasi multimedia, CD tutorial multimedia, pengisi special effect dalam pembuatan video klip, dan lain sebagainya.

Penggunaan animasi juga berkembang di dunia pendidikan seiring dengan perkembangan teknologi multimedia dalam pembelajaran. Sistem pendidikan dewasa ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Berbagai cara telah dikenalkan serta digunakan dalam dunia pendidikan, antara lain dibukanya program studi multimedia di sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan memberikan mata pelajaran seperti desain grafis, web desain, audio video, animasi 3 dimensi, animasi 2 dimensi, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hal ini dilakukan dengan harapan mampu meningkatkan mutu pendidikan. Mutu pendidikan mempunyai kaitan dengan kualitas lulusannya, sedangkan kualitas lulusan ditentukan oleh proses belajar. Prestasi belajar yang diraih setelah proses pembelajaran mempunyai makna bagi siswa bersangkutan maupun bagi lembaga pendidikan. Prestasi belajar yang tinggi menunjukkan bahwa siswa tersebut memiliki tingkat pengetahuan dan keterampilan yang tinggi. Sedangkan bagi lembaga pendidikan, prestasi belajar siswa yang tinggi menunjukkan keberhasilan lembaga dalam proses pembelajaran………selanjutnya bisa di minta lewat coment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s